Banyak sekali manfaat asac cair yang bisa dipergunakan untuk kehidupan umat manusia. Ini adalah sebagian yang saya ambil dari berbagai sumber dari internet semoga bisa untuk menambah pengetahuan kita sebagai bagian dari Rahmat Allah yang maha besar dan maha Pengasih.
Aplikasi distilasi I tempurung kelapa 1;15, satu bagian asap cair ditambah 15 bagian air yang disemprotkan pada hama belalang dan ulat Prodenia Litura, beberapa menit kemudian kedua hama tersebut jatuh (Majik, 2008)
Aplikasi penyemprotan asap cair tempurung kelapa 1;15 pada tanaman padi umur satu bulan dapat menekan perkembangan hama belalang dan walang sangit (Januari, 2008).
Aplikasi penyemprotan asap cair tempurung kelapa 1;15 pada tanaman bunga-bungaan/khususnya antorium dapat menekan perkembangan hama kutu putih (Ceratovacuna Lanigera) sampai 60% (Majik, 2008).
Aplikasi penyemprotan asap cair tempurung kelapa 1;15 pada tanaman jeruk manis (Keprok) yang terserang blendek (busuk batang Phytohthera), tiga hari kemudian bagian yang kena blendek kering dan mengalami gugur daun yang selanjutnya munculnya tunas (bersemi) dan berbunga. Penyemprotan asap cair pada tanaman berfenomena seperti pasca penyemprotan horman atau zat tumbuh (Majik, 2008).
Biodesel kotor yang dimurnikan dengan alat aerator aquarium dapat jernih memerlukan waktu 5-6 hari. Pemurnian biodesel kotor dengan formula asap cair hanya memerlukan waktu 8-12 jam. Kerja formula asap cair disini seperti enzim, setelah dikocok maka semua kotoran dan sisi gliserin yang ada mengendap, dan biodesel murni muncul pada bagian atas (Sumarno, 2008).
KEUNGGULAN ASAP CAIR PLUS SEBAGAI PROTEKSI TANAMAN.
Asap Cair Plus sebagai proteksi tanamaman kemasan 1 liter, 75% bahan dari asap cair tempurung kelapa warna hitam dan 25% nya terdiri dari air yang mengandung antiseptic Allium Sativum berbahan akti DEET 15% yang mampu menghalau golongan nyamuk dan hama wereng (Sumarno, 2010)
Aplikasi penyemprotan Asap Cair Plus 1;15 pada tanaman padi umur satu bulan, dapat menghalau hama wereng dan area sawah yang pernah terserang masih memberikan produksi padi cukup bagus/ 75% nya (Masyhudi, 2009/desa Sumber Jeruk, Jember).Aplikasi penyemprotan Asap Cair Plus 1;15 pada tanaman, 3-4 hari berikutnya daun tanaman menjadi lebih hijau dibanding lainnya (Hariyant, 2010/ desa Karangrejo Lor, Jember).
Aplikasi penyemprotan Asap Cair Plus 1;15 pada tanaman Lombok 3-4 hari berikutnya, daun yang keriting rontok dan muncul tunas serta bunga baru yang lebat (Herman, 2010/Petani Kalisat, Jember).
Aplikasi penyemprotan Asap Cair Plus 1;15 pada tanaman Tembakau umur satu bulan, 3-4 hari berikutnya daun tanaman menjadi lebih vigor dan warnanya lebih hijau (Bayu, 2010/Petani desa Blidu Jember).
Asap Cair yang diindikasikan berfungsi sebagai hormone atau enzim, dapat memacu suatu proses reaksi yang perananya seperti horman? Proses perbaikan lahan semakin cepat, sehingga nutrisi tanah besa diserap lebih banyak. Kemungkinan lain asap cair sebagai enzim berperan sebagai katalis yang mempercepat reaksi lahan tanpa ikut bereaksi. Sehingga perbaikan lahan lebih cepat dan sempurna )Ir. Yos Sutioso; Ir. Edhi Sandra MSI; Ir. Sumarno, MP, 2010.
Selain untuk mengawetkan ikan dan daging, asap cair juga bisa digunakan sebagai obat penyembuh luka, campuran pakan ternak, antioksidan, dan pestisida.
Asap cair ini dihasilkan dari kompor sabut kelapa (Kosapa). Saat ini asap cair dijual dengan harga yang variatif, mulai dari Rp 30.000/liter sampai Rp 10 juta/liter, tergantung proses distilasi (penyaringan) yang dilakukan.
Asap cair memiliki banyak manfaat dan telah digunakan pada berbagai industri. Seperti di industri pangan, dimana asap cair mempunyai kegunaan yang sangat besar sebagai pemberi rasa dan aroma yang spesifik juga sebagai pengawet karena sifat antimikroba dan antioksidannya
Asap cair juga dapat menggantikan proses pengasapan ikan secara tradisional yang sebelumnya langsung diberi asap, sehingga dapat mengganggu lingkungan. Selain itu, asap cair dapat digunakan pula pada food processing seperti tahu, mi basah dan bakso.
Di industri perkebunan, asap cair dapat digunakan sebagai koagulan lateks dengan sifat fungsional asap cair seperti antijamur, antibakteri dan anti-oksidan, yang dapat memperbaiki kualitas produk karet yang dihasilkan.
Sebenarnya, senyawa formaldehid yang terkandung di asap cair ini telah lama dimanfaatkan oleh nenek moyang bangsa Indonesia untuk mengobati sakit gigi, segala macam sakit kulit yang disebabkan oleh jamur, virus, bakteri dengan cara mengoleskan pada bagian yang sakit untuk mencegah penyakit kutu air akut, panu, kadas, kurap, herpes, dan diabetes
Asap cair sudah lazim dimanfaatkan saat ini. Di negeri Matahari Terbit, Jepang, misalnya, asap cair alias wood vinegar sudah sejak lama dimanfaatkan sebagai obat detoksifikasi. Asap cair itu dengan serbuk kayu oak, dicampur lantas dikemas memakai kantong kertas saring. Campuran itu kemudian dan ditempelkan di telapak kaki seperti koyo sebelum tidur. Biasanya keesokan hari kantong yang semula berwarna putih tersebut menjadi kehitaman. Hal itu pertanda racun di tubuh telah terserap.
Asap cair memang dimanfaatkan oleh penduduk di Jepang sejak ratusan tahun silam. Beberapa wilayah di Jepang seperti Shitara di Provinsi Aichi dan tempat di Kepulauan Togo, menjadi sentra penghasil asap cair. Bukan hanya untuk kesehatan, di Togo asap cair itu dipakai pula sebagai pupuk dan pestisida. Sebagai pupuk, asap cair tersebut disemprotkan di atas permukaan daun dengan konsentrasi 1:1.000 (1 bagian asap cair dan 1.000 bagian air) untuk tanaman muda. Nah untuk tanaman dewasa, larutan asap cair disiramkan di sekitar tanaman setiap dua pekan
Campuran asap cair dan air (1:300) dapat mempercepat penguraian pupuk kompos dan mencegah terbentuknya gas amonia. Oleh sebab itu, asap cair juga berfaedah menghilangkan bau tak sedap bila disemprotkan pada tumpukan sampah. Yang luarbiasa lagi asap cair yang kaya senyawa hidrokarbon tersebut mampu mematikan beberapa hama tertentu pada budidaya sayuran.
Di bidang pangan, masyarakat di negara Uni Eropa dan Amerika sudah terbiasa menyantap daging panggang yang terlebih dahulu direndam dalam larutan asap cair. Asap cair yang digunakan sudah dimurnikan melalui penyulingan bertingkat supaya minyak dan tar yang berbahaya hilang. Daging yang telah dicelup di dalam asap cair memiliki tekstur daging lebih empuk dan beraroma sedap ketika dipanggang dan tentunya daging bisa lebih lama disimpan.
Sejatinya asap cair berfungsi sebagai pengawet berkat kehadiran senyawa asam, fenol, dan karbonil. Fenol dianggap paling berperan, walaupun kemampuan asap cair untuk mengawetkan merupakan interaksi berbagai senyawa tersebut. Fenol bersifat antibakteri dan antifungi serta mampu menghambat oksidasi lemak. Senyawa lainnya juga bersifat sama seperti fenol.
Sebagai insektisida / pembasmi rayap, nyamuk, semut. Cara penggunaan disemprotkan pada tempat yang terserang rayap dengan dosis 15-20 cc/lb setiap tiga hari sehari.
Mempercepat pertumbuhan tanaman secara vegetatif. Cara penggunaan bisa disemprotkan ke daun dengan dosis 20 cc/lt setiap 2 minggu sekali. Disemprotkan melalui akar dengan dosis 20 cc/lt setiap 2 minggu sekali.
Berikut ini 2 artikel yang cukup bagus dari Junnaidy Kampey yang saya ambil dari internet tentang manfaat asap cair bagi karet :
TEKNOLOGI “ASAP CAIR” DALAM INDUSTRI KARET ALAM
Masalah utama yang terjadi dalam pengolahan karet (bokar) jenis SIR 20 adalah mutu bokar yang rendah dan bau busuk yang menyengat sejak dari kebun. Mutu bokar yang rendah ini disebabkan petani menggunakan bahan pembeku lateks (getah karet) yang tidak dianjurkan dan merendam bokar di dalam kolam/sungai selama 7-14 hari. Hal ini akan memicu berkembangnya bakteri perusak antioksidan alami di dalam bokar, sehingga nilai plastisitas awal (Po) dan plastisitas setelah dipanaskan selama 30 menit pada suhu 140 °C (PRI) menjadi rendah.
Bau busuk menyengat terjadi juga disebabkan oleh pertumbuhan bakteri pembusuk yang melakukan biodegradasi protein di dalam bokar menjadi amonia dan sulfida. Kedua hal tersebut terjadi karena bahan pembeku lateks yang digunakan saat ini tidak dapat mencegah pertumbuhan bakteri. Kemudian bau busuk tersebut dibawa terus sampai ke pabrik karet remah dan di pabrik yang menjadi sumber bau busuk tersebut adalah berasal dari tempat penyimpanan bokar, kamar gantung angin (pre-drying room), dan mesin pengering (dryer).
Masalah bau busuk yang mencemari udara di sekitar pabrik karet remah ini sampai saat ini sangat sulit diatasi walaupun semua pabrik sudah menggunakan scrubber (cerobong asap), padahal di sekeliling pabrik sudah menjadi kawasan perumahan. Pada akhirnya bau busuk ini menimbulkan keluhan-keluhan masyarakat di sekeliling pabrik bahkan yang jauh dari pabrik (bau terbawa oleh angin).
Untuk mengatasi permasalahan dalam pengolahan karet remah khususnya bau busuk, telah dilakukanlah penelitian penggunaan asap cair sebagai penghilang/penetral/pengurang bau dan sebagai bahan pembeku lateks oleh para praktisi sejak lebih kurang 10 tahun silam.
Untuk mengatasi permasalahan dalam pengolahan karet remah khususnya bau busuk, telah dilakukanlah penelitian penggunaan asap cair sebagai penghilang/penetral/pengurang bau dan sebagai bahan pembeku lateks oleh para praktisi sejak lebih kurang 10 tahun silam.
Penelitian asap cair dari tahun 1999 s/d 2001, menghasilkan bahwa penyemprotan asap cair di atas bokar dapat menghilangkan/menetralkan bau busuknya dan asap cair dapat membekukan lateks (getah karet) dengan sempurna dengan nilai plastisitas tinggi, dan sifat fisik vulkanisat setara atau bahkan lebih baik dibandingkan dengan karet yang dihasilkan dengan pembeku asam format (semut). Asap cair dapat mengatasi bau busuk dari karet yang selama ini belum pernah dapat diatasi, karena mengandung 67 jenis senyawa yang dapat berfungsi mencegah dan mematikan pertumbuhan bakteri (yang berperan dalam timbulnya bau busuk) dan senyawa-senyawa yang mudah menguap serta berbau spesifik asap.
A. TEROBOSAN YANG DIPEROLEH
Dalam pemanfaatan asap cair ini, ada beberapa terobosan yang didapati dalam industri karet. Diantaranya adalah:
A. TEROBOSAN YANG DIPEROLEH
Dalam pemanfaatan asap cair ini, ada beberapa terobosan yang didapati dalam industri karet. Diantaranya adalah:
- Untuk industri karet remah: waktu pengeringan awal yang lebih cepat dan tidak terjadi bau sejak dari kebun sampai ke pabrik karet remah dan bahkan sampai di pabrik ban, dan
- Untuk industri karet sit asap/RSS (Ribbed Smoked Sheet) adalah waktu pengolahan jauh lebih cepat yaitu dari 6 hari (secara konvensional) menjadi dari 2 hari (dengan asap cair) dan tidak ada pembakaran kayu karet lagi untuk pengawetan dan pengeringan sit. Dampak terhadap lingkungan dengan tidak ada pembakaran kayu karet lagi, maka akan dicegah pencemaran udara oleh CO2 di udara sebanyak 46 % x 6 juta m3 (produksi RSS di Dunia ±1,5 juta ton, setiap ton RSS memerlukan kayu bakar sebanyak ± 4 m3, dan setiap kg kayu karet dibakar menghasilkan CO2 sebanyak 46 %). Serta kayunya dapat dijual di pabrik papan lapis atau dibuat perkakas rumah tangga (red).
Masalah lain, nilai plastisitas (Po dan PRI) yang rendah pada karet remah secara konvensional hanya bisa diproses dengan menganginkannya selama 7-14 hari, hal ini tentu menyebabkan waktu pengolahan yang jauh lebih lama dan biaya meningkat karena terhentinya perputaran modal dalam jumlah besar selama waktu tersebut.
B. CARA PEMAKAIAN ASAP CAIR-GRADE C DAN PENAWARAN
B. CARA PEMAKAIAN ASAP CAIR-GRADE C DAN PENAWARAN
- Untuk dapat digunakan secara efisien, Asap Cair-Grade C ini harus diencerkan terlebih dahulu. Pengenceran dilakukan hingga mencapai konsentrasi 1:15 dengan pengertian 1 liter ascir untuk 15 liter air.
- Kemudian larutan hasil pencampuran dengan Asap Cair-Grade C dan air tersebut digunakan dengan perbandingan 1:20 atau 1 bagian Asap Cair-Grade C dicampurkan dengan 20 bagian lateks. Dosis ini tidak mengikat, karena tergantung kebutuhan tiap pabrik atau pekebun.
- Dengan demikian, jika dihitung-hitung, 1 liter Asap Cair-Grade C pekat dapat membekukan 3,5 Hektar getah dari kebun karet. Hasil yang luar biasa, dibandingkan dengan biaya yang dikeluarkan dengan membeli asap cair jenis Asap Cair-Grade C ini.
- Asap Cair-Grade C ini, juga dapat digunakan sebagai pengering sit asap (RSS) dari yang biasa 6 hari menjadi hanya 2 hari bila memakai Asap Cair-Grade C dan tidak memerlukan kayu bakar untuk mengeringkan RSS.
Dengan berbagai keuntungan ini, kami mengajak sahabat petani dan pengolah KARET sekalian untuk mencobanya.
Pembelian ascir di mana?
BalasHapusKebetulan saya juga di jember.
Order bisa gk gan?
BalasHapusLuar biasa manfaat asap cair. Kami juga lagi memproses asap cair
BalasHapussaya produsen asap cair... monggo yang berminat ditunggu orderannya
BalasHapusBisakah asap cair mengendalikan busuk buah pada tanaman cabe
BalasHapus